3 Sungai Paling Angker Di Jawa Tengah

3 Sungai Paling Angker Di Jawa Tengah

Jawa tengah adalah sebuah provinsi yang berada di Pulau Jawa. Provinsi yang satu ini beribukota di Semarang. Daerah provinsi Jawa Tengah ini sebelah selatan berbatasan dengan Yogyakarta, timur dengan Jawa Timur, barat dengan Jawa Barat dan sebelah utara dengan Laut Jawa.

Di Provinsi yang berada di tengah – tengah Pulau jawa ini mengalir beberapa sungai yang tergolong besar. Dari sekian sungai yang mengalir di daerah ini, terdapat beberapa sungai yang dianggap angker atau bahasa jawanya wingit.

berikut ini adalah 3 Sungai Paling Angker Di Jawa Tengah, mari kita simak:

1. Sungai Bengawan Solo

Bengawan Solo termasuk salah satu nama sungai yang terkenal di Provinsi Jawa Tengah. Sungai besar yang satu ini berada di Kota Solo. Selain terkenal sebagai salah satu sungai yang tergolong besar, bengawan solo ini juga merupakan nama sungai angker di Jawa Tengah.

Setiap tahunnya, pasti ada saja orang yang meninggal dunia di sungai yang terpanjang di Jawa Tengah ini. Bahkan jumlah orang yang meninggal di sungai ini pada tiap tahunnya lebih dari satu.

baca juga artikel berikut ini : 3 Sekolah Paling Angker DI Jogja

Memang, bengawan solo terkenal sebagai sungai menyeramkan di Provinsi Jawa Tengah. Sungai ini diyakini oleh warga sekitar selalu minta tumbal manusia. Biasanya orang yang meninggal di tempat ini rata – rata sedang memancing, kemudian terseret gelombang yang besar.

Orang yang terseret gelombang tersebut akan di hanyutkan sampai bagian hilir. Saat bulan – bulan tertentu, pada sungai bengawan solo ini sering diadakan ritual meminta keselamatan.

2. Sungai Brantas

Sungai terpanjang kedua setelah bengawan solo adalah sungai brantas. Sebenarnya, sungai ini bersumber dari daerah Batu, Jawa timur dan kemudian melewati beberapa daerah di Jawa Tengah. Aliran dari sungai terpanjang kedua ini sangatlah tenang.

Akan tetapi sungai brantas ini termasuk salah satu sungai angker di Jawa Tengah. Sungai yang satu ini dikenal sebagai rumahnya para makhluk tak kasat mata. Menurut penuturan warga setempat, sungai ini selalu meminta korban atau tumbal berupa nyawa manusia.

telah banyak kejadian orang meninggal di tempat ini. Biasa korban terpeleset dan kemudian tercebur kedalam sungai yang dalam ini. Selain terpeleset, terkadang korban meninggal lantaran tergulung banjir dari sungai ini, sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri.

 

baca juga artikel berikut ini : Tempat Angker Di Solo Yang Paling Menyeramkan

3. Sungai Progo

Sungai angker di Jawa Tengah berikutnya adalah Sungai Progo. Sungai progo atau sering juga disebut dengan nama kali progo merupakan sebuah aliran sungai yang berhulu di Gunung Sumbing. Akan tetapi terdapat anak sungai yang yang mengalir ke sungai progo ini yang berhulu ke Gunung Merapi.

Anak sungai tersebut bernama sungai krasak,. Dari sungai krasak inilah, maka kali progo ada hubungan mistis dengan Gunung aktif di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut.

konon menurut cerita mistis yang beredar di masyarakat, sungai progo merupakan jalan untuk menuju kraton Nyi Roro Kidul di Pantai Selatan. Bahkan menurut penuturan warga sekitar, pada saat malam tertentu sering terdengar suara gamelan dari arah sungai.

Akan tetapi jika di datangi arah suara gamelan tersebut, maka suara itu akan berpindah tepat dan begitu seterusnya.

Nah, itulah 3 Sungai Paling Angker Di Jawa Tengah. semoga pembahasan kita kali ini dapat bermanfaat untuk kalian semua, terima kasih.

Kisah Nyata Sungai Bungu Yang Terkenal Angker

Kisah Nyata Sungai Bungu Yang Terkenal Angker

Sebagian masyarakat Indonesia kisah misteri tersebut merupakan cerita yang tetap menarik untuk selalu dibahas. Hampir di setiap daerah di Indonesia pasti ada yang namanya tempat yang kaya akan cerita misteri.

Berikut adalah kisah misteri nyata yang terdapat di salah satu kecamatan kabupaten Magelang, lebih tepatnya di Ngluwar. Cerita misteri nyata ini telah dikenal hampir di seluruh desa wilayah Ngluwar tersebut. Tempat tersebut adalah Sungai Bungu atau ada juga yang menyebutnya dengan sungai Batang.

Penampakan Ular Raksasa di Sungai Bungu Ketika Erupsi Merapi 2010

Kemistisan erupsi Gunung Merapi tidak hanya meninggalkan jejak di daerah setempat merapi namun juga tinggal membekas di hati masyarakat yang bertempat tinggal di bantaran sungai yang berhulu dari Gunung Merapi. Salah satunya adalah sungai Bungu.

Di kecamatan Ngluwar, sungai Bungu ini mengalir di pertengahan pemukiman warga, maka tidak heran ketika erupsi Gunung Merapi tahun 2010 banyak warga yang melihat hal-hal mistis dari sungai Bungu ini.

Salah satunya adalah sungai Bungu yang menjadi pembatas desa Mriyan dan desa Candi keacamatan Ngluawar. Ketika terjadi erupsi Gunung Merapi, banyak warga yang sempat melihat ada beberapa ekor ular berenang mengikuti aliran air sungai dari utara ke selatan.

baca juga artikel berikut ini : Beragam Misteri Di Balik Keindahan Gunung Lawu

Menurut sumber yang melihatnya secara langsung, kebetulan lebih dari dua orang sebagai sumber menyatakan bahwa cerita misteri sang ular tersebut sangat menakutkan. Panjang dan besarnya hampir sama dengan pohon kelapa berumur puluhan tahun.

Kepala ular tersebut melongok tegak dengan mata yang sangat menakutkan. Ketika tiba melewati bawah jembatan penghubung desa tersebut, ular tersebut tiba-tiba menenggelamkan diri ke bawah air.

Kemudian kisah misteri ular di sungai Bungu tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Waktu itu di bantaran Sungai Bungu sering sekali digunakan untuk menambang pasir.

Salah seorang penambang pasir sebut saja X ketika waktu dhuhur tidak mau menghentikan aktivitasnya menambang pasir, sudah diajak teman- temannya untuk sholat dhuhur terlebih dahulu, namun ia hanya berucap sebentar lagi, kerjaan sedang nanggung.

Ketika itulah tiba-tiba di kaca spion truck pengangkut pasirnya terlihat ada ular raksasa mendekatinya sambil mendesis-desis menjulur-julurkan lidahnya. Sontak saja si X pun ketakutan kemudian lari terbirit-terbirit menyusul teman-temannya untuk bersama-sama melaksanakan sholat dhuhur.

 

baca juga artikel berikut ini : Misteri Desa Tanpa Kasur Di Sleman

Penampakan pocong di jembatan Sungai Bungu

Cerita misteri bertemu dengan pocong di jembatan Sungai Bungu ini banyak sekali yang telah mengalaminya. Salah satunya adalah seseorang yang kini menjadi perangkat desa di wilayah tersebut.

waktu itu sepulang dari rumah teman, sekitar jam 01.00 beliau pulang melewati jembatan sungai Bungu tersebut. namun tiba-tiba beliau seperti melihat pohon pisang yang melintang di tengah jalan.

Maka tanpa berpikir macam-macam, beliau segera mendekati pohon pisang tersebut dan berniat akan memindahkan ke tepi jalan, namun setelah ia mengangkat pohon pisang tersebut, tiba-tiba pohon pisang berubah menjadi pocong.

Dan pocong tersebut jatuh kemudian bergerak menggelinding. Alhasil beliau bapak perangkat desa pun langsung tancap gas dengan peluh membasahi tubuhnya. Ia pun mengalami trauma sehingga ketika dia pulang malam karena ada tugas dinas, beliau mengambil jalur jalan yang lain.

Cerita misteri sungai Bungu pun sampai sekarang masih sangat dipercaya kebenarannya oleh warga sekitar, karena telah banyak orang yang mengalami kejadian misteri tersebut.

3 Sungai Paling Angker di Indonesia

3 Sungai Paling Angker di Indonesia

Indonesia memiliki 7 sungai yang memiliki panjang lebih dari 500 km. Yang paling panjang adalah Sungai Kapuas dengan menempuh jarak 1.143 km melintasi daerah-daerah di Kalimantan.

Sungai besar di Indonesia ini sangat membantu masyarakat sekitar, terutama untuk pembangkit listrik dan juga perairan. Sayangnya, dalam beberapa kesempatan, sungai ini justru kerap meminta tumbal nyawa manusia.

Banyaknya korban yang meninggal di sungai akibat banjir, hanyut atau mungkin bunuh diri, membuat sungai jadi wingit. Banyak warga menjuluki sungai-sungai ini sangat angker hingga wajib dijauhi. Jika tidak, sungai akan meminta korban nyawa dengan sangat banyak.

Berikut ini adalah 3 Sungai Paling Angker di Indonesia, mari kita simak:

1. Sungai Bengawan Solo

Bengawan Solo termasuk sungai purba yang ada di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Setidaknya sungai ini telah terbentuk sejak 4 juta tahun yang lalu.

Sungai ini memiliki hulu dari dua pegunungan yang berbeda, pertama dari Ponorogo dan yang kedua dari Wonogiri. Bengawan Solo adalah sungai yang dikenal sangat dalam dan kerap meluap jika hujan turun dengan deras selama berhari-hari.

baca juga artikel berikut ini : Cerita Horor Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo

Dalam setahun, sungai ini memakan lebih dari 30 orang menurut BNPB . Rata-rata korban adalah seseorang yang memancing di pinggiran sungai. Lalu saat banjir datang mereka segera terseret gelombang yang sangat besar.

Warga di sekitaran sungai meyakini jika Bengawan Solo sangatlah wingit. Sungai ini sering sekali meminta tumbal yang akhirnya dihanyutkan hingga menuju hilir.

Meski terkenal sangat angker, sungai ini sangat bermanfaat bagi penduduk sekitar terutama untuk pembangkit listrik. Dalam bulan-bulan tertentu biasanya ada warga yang melakukan ritual meminta keselamatan dan tasyakuran di sini.

2. Sungai Musi

Sungai Musi adalah sungai yang terletak di Palembang, Sumatra Selatan. Sungai ini membelah Palembang menjadi dua bagian dan dihubungkan oleh Jembatan Ampera. Sungai terpanjang dan terbesar di Sumatra ini ternyata dikenal suka meminta tumbal manusia.

Biasanya setiap tahun selalu saja ada korban yang meninggal. Rata-rata korban meninggal akibat terpeleset atau hanyut ketika sedang asyik memancing.

Warga sekitar mempercayai jika di dalam Sungai Musi terdapat hantu yang mirip sekali dengan siamang. Tubuhnya besar dan memiliki rambut yang banyak.

baca juga artikel berikut ini : Cerita Horor Di Rumah Sakit Dharma Medika

Biasanya hantu yang disebut dengan Antu Banyu ini kerap membunuh manusia yang kebetulan jatuh ke sungai. Biasanya Antu Banyu akan memberikan lendir-lendir pada tangga hingga membuat si korban gampang tercebur.

Korban Antu Banyu biasanya ditemukan 1-2 hari kemudian dengan mengambang di air. Biasanya bagian belakang kepala akan berlubang dan isi kepalanya habis. Warga sekitar sungai meyakini jika Antu Banyu memakan otak korbannya dan membuat ia langsung meninggal di dalam air.

3. Sungai Kapuas

Sungai Kapuas adalah sungai terpanjang di Kalimantan dan Indonesia. Sungai ini banyak sekali memberi keuntungan bagi warga-warga yang berada di sekitarnya.

Banyak sekali festival-festival besar yang diadakan di sini. Hal ini membuktikan jika sungai ini sangat penting meski dalam beberapa kesempatan suka sekali meminta tumbal manusia.

Rata-rata korban yang meninggal adalah anak-anak yang kerap bermain di sekitar sungai. Mereka biasanya memancing atau mandi tanpa tahu bahaya yang mengancamnya. Dalam setahun, sungai ini selalu meminta tumbal nyawa.

baca juga artikel berikut ini : Cerita Horor Rumah Sakit Bandung Medical Center

Kejadian yang terus berulang ini membuat banyak orang di Kalimantan menyebut sungai ini sebagai sungai yang sangat angker. Bahkan pada hari-hari tertentu, sungai ini selalu diberi semacam sesajen agar tidak mengamuk dan membuat bencana yang lebih dahsyat.

Kejadian terakhir yang memakan banyak korban di Sungai Kapuas terjadi pada Desember 2015 lalu. Sekitar 10 orang ditemukan meninggal saat speedboat yang ditumpangi terbalik lalu hanyut di dalam Sungai Kapuas.

Nah, itulah 3 Sungai Paling Angker di Indonesia. Semoga pembahasan kita kali ini bermanfaat untuk kalian semua, terima kasih.

Keangkeran Sungai Ciliwung versi Dari Warga

Keangkeran Sungai Ciliwung versi Dari Warga

Kejadian yang menimpa bocah bernama Syahdan, 12 tahun, karena terpeleset di area sungai Ciliwung, mengingatkan Ketua RT 01/07 Kelurahan Sempur, Amarullah, akan cerita mistis. Pasalnya dari tahun ke tahun, sungai yang berhulu di setu itu selalu memakan korban.

Amar menyebut lokasi kejadian angker. Karena penghuni sungai seolah meminta tumbal dari tahun ke tahun. “Penunggu di sini item tinggi gede, dia bersemayam di pohon kapuk itu,” ucap Amar sambil menunjuk sebuah pohon besar di Taman Sempur, Kota Bogor, Sabtu 7 Desember 2019.

Menurut dia, keangkeran sungai Ciliwung bukan hal aneh bagi warga yang tinggal dibantaran. Karena aneka ragam kejadian misteri sering terjadi. Bahkan warga setempat pun pernah menjadi korban.

Ia mengatakan di awal kejadian, arwah sang korban mendatangi rumah warga meminta tolong untuk menutup atau melarang siapapun main dan berenang di lokasi kejadian. “Tiga hari berturut-turut setiap rumah didatangi oleh arwah yang penasaran,” kisah Amar.

baca juga artikel berikut ini : 3 Sekolah Paling Angker Di Bandung

Selain tiap tahun selalu memakan korban, Amar menyebut di area Ciliwung sering terdengar suara gamelan atau karinding (musik khas Sunda), terutama di bawah jembatan Sempur sering terdengar suara musik itu berasal.

Namun keangkeran itu saat ini tidak terlalu sering terdengar, karena kolong jembatan sudah difasilitasi penerangan. “Dulu mah, gelap banget dan hal aneh sering ada disana,” ucap Amar.

Amar mengatakan hal itu wajar baginya. Dia mengatakan sebagai warga pribumi asli di situ dia sedikit banyak tahu tentang mitos atau cerita legenda seputaran Ciliwung.

Dia menceritakan konon dulu saat masih jaman kerajaan Pajajaran di area tersebut ada batu besar dan batu itu di klaim sebagai tempat bertapanya raja-raja Pajajaran alias Prabu Siliwangi.

baca juga artikel berikut ini : Cerita Horor Yang Ada Di Gunung Semeru

“Sehingga sampai sekarang Ciliwung disebut sebagai sungai termasyur milik Bogor, yang dulunya adalah pusat kerajaan Pajajaran,” kata Amar.

Secara tidak langsung, Amar ingin menginformasikan kepada seluruh warga masyarakat yang bermain di Sempur, harus bisa menjaga tata krama dan menjaga adab.

Dia menyebut karena Bogor itu baik kota atau kabupatennya, memiliki atau syarat dengan mistis kelegendaan Pajajaran. “Ya maklum anak zaman sekarang sudah kebanyakan tidak banyak yang tahu tentang sejarah Bogor,” ucap Amar.

Seorang warga lainnya, Nurry 36 tahun, mengatakan hal serupa. Di lokasi yang sering terjadi kecelakaan dan memakan korban itu sejak dulu sudah sangat angker.

Bahkan orang tua pribumi di sana, sering berpesan untuk tidak asal bicara dan main-main. “Ya katanya takut ada yang keganggu, karena di sekitar sini banyak penunggunya dan ada sejak jaman (kerajaan) Pajajaran, bahkan sejak (kerajaan) Salaka Negara,” ucap Nurry.

Itulah cerita dari versi masyarakat sekitar tentang Keangkeran Sungai Ciliwung. Di sini di himbau untuk kalian jika berpergian ke tempat yang angker atau keramat maka harus menjaga tata karma dan jaga ucapan serta selalu berdoa kepada tuhan. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat untuk kita semua, terima kasih.