Keangkeran Sungai Ciliwung versi Dari Warga

Keangkeran Sungai Ciliwung versi Dari Warga

Kejadian yang menimpa bocah bernama Syahdan, 12 tahun, karena terpeleset di area sungai Ciliwung, mengingatkan Ketua RT 01/07 Kelurahan Sempur, Amarullah, akan cerita mistis. Pasalnya dari tahun ke tahun, sungai yang berhulu di setu itu selalu memakan korban.

Amar menyebut lokasi kejadian angker. Karena penghuni sungai seolah meminta tumbal dari tahun ke tahun. “Penunggu di sini item tinggi gede, dia bersemayam di pohon kapuk itu,” ucap Amar sambil menunjuk sebuah pohon besar di Taman Sempur, Kota Bogor, Sabtu 7 Desember 2019.

Menurut dia, keangkeran sungai Ciliwung bukan hal aneh bagi warga yang tinggal dibantaran. Karena aneka ragam kejadian misteri sering terjadi. Bahkan warga setempat pun pernah menjadi korban.

Ia mengatakan di awal kejadian, arwah sang korban mendatangi rumah warga meminta tolong untuk menutup atau melarang siapapun main dan berenang di lokasi kejadian. “Tiga hari berturut-turut setiap rumah didatangi oleh arwah yang penasaran,” kisah Amar.

baca juga artikel berikut ini : 3 Sekolah Paling Angker Di Bandung

Selain tiap tahun selalu memakan korban, Amar menyebut di area Ciliwung sering terdengar suara gamelan atau karinding (musik khas Sunda), terutama di bawah jembatan Sempur sering terdengar suara musik itu berasal.

Namun keangkeran itu saat ini tidak terlalu sering terdengar, karena kolong jembatan sudah difasilitasi penerangan. “Dulu mah, gelap banget dan hal aneh sering ada disana,” ucap Amar.

Amar mengatakan hal itu wajar baginya. Dia mengatakan sebagai warga pribumi asli di situ dia sedikit banyak tahu tentang mitos atau cerita legenda seputaran Ciliwung.

Dia menceritakan konon dulu saat masih jaman kerajaan Pajajaran di area tersebut ada batu besar dan batu itu di klaim sebagai tempat bertapanya raja-raja Pajajaran alias Prabu Siliwangi.

baca juga artikel berikut ini : Cerita Horor Yang Ada Di Gunung Semeru

“Sehingga sampai sekarang Ciliwung disebut sebagai sungai termasyur milik Bogor, yang dulunya adalah pusat kerajaan Pajajaran,” kata Amar.

Secara tidak langsung, Amar ingin menginformasikan kepada seluruh warga masyarakat yang bermain di Sempur, harus bisa menjaga tata krama dan menjaga adab.

Dia menyebut karena Bogor itu baik kota atau kabupatennya, memiliki atau syarat dengan mistis kelegendaan Pajajaran. “Ya maklum anak zaman sekarang sudah kebanyakan tidak banyak yang tahu tentang sejarah Bogor,” ucap Amar.

Seorang warga lainnya, Nurry 36 tahun, mengatakan hal serupa. Di lokasi yang sering terjadi kecelakaan dan memakan korban itu sejak dulu sudah sangat angker.

Bahkan orang tua pribumi di sana, sering berpesan untuk tidak asal bicara dan main-main. “Ya katanya takut ada yang keganggu, karena di sekitar sini banyak penunggunya dan ada sejak jaman (kerajaan) Pajajaran, bahkan sejak (kerajaan) Salaka Negara,” ucap Nurry.

Itulah cerita dari versi masyarakat sekitar tentang Keangkeran Sungai Ciliwung. Di sini di himbau untuk kalian jika berpergian ke tempat yang angker atau keramat maka harus menjaga tata karma dan jaga ucapan serta selalu berdoa kepada tuhan. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat untuk kita semua, terima kasih.