Hantu Wanita Paling Menyeramkan di Masa Lalu

Hantu Wanita Paling Menyeramkan di Masa Lalu – Selama ini publik hanya mengira, kisah hantu atau arwah gentayangan di lokasi tempat ia meninggal hanya ada dalam adegan film. Kisah semacam ini sebetulnya bukan isapan jempol belaka. Banyak hantu wanita yang dikabarkan bergentayangan di masa lalu. Umumnya, mereka tewas akibat bunuh diri atau dibunuh.

Bahkan kisah kematian mereka kian melegenda dan lekat dalam ingatan masyarakat. Ceritanya diwariskan dari masa ke masa hingga menjadi ikon hantu wanita di suatu tempat.

Berikut 5 Hantu Wanita Paling Menyeramkan di Masa Lalu

  1. Anne Boleyn

Hantu Anne Boleyn

Anne Boleyn adalah salah satu hantu paling terkenal di Inggris. Ia dikenal sebagai istri kedua dari Henry VII. Dalam pernikahannya, Anne melahirkan seorang anak perempuan. Kendati demikian Henry mengharapkan si jabang bayi berjenis kelamin laki-laki untuk menjadi ahli warisnya. Anak perempuan dianggap tak pantas mendapatkan hal tersebut.

Karena kecewa dengan Anne, Henry kemudian menikahi seorang wanita lain bernama Jane Seymour. Agar terlepas dari kehadiran Anne, laki-laki itu nekat membunuh istrinya sendiri dengan cara dipenggal. Agar kesalahannya tak tercium oleh warga, Henry berdalih kalau istrinya adalah seorang pengkhianat negara hingga pantas dihukum mati.

Baca Juga : Hantu Janda di Negeri Gajah Putih

Kepala Anne dipenggal oleh algojo di menara kota London. Setelah dieksekusi mati, sosok wanita menyerupai Anne kerap terlihat di kawasan menara. Penampakan Anne pun dinilai menyeramkan karena ia berjalan sambil memegang kepalanya yang dipenggal.

  1. Bloody Mary

Hantu Bloody Mary

Ada 10 perempuan yang pernah memerintah Kerajaan Inggris, termasuk Ratu Elizabeth II. Salah satu dari mereka dijuluki “Bloody Mary”. Mendengar nama Bloody Mary, pikiran sejumlah orang langsung mengarah ke koktail mewah, campuran dari vodka, jus tomat, dan kombinasi sejumlah rempah.

Ia akan selalu diingat dalam sejarah sebagai sosok kejam yang memerintahkan hukuman bakar hidup-hidup kepada 280 orang yang dianggap membangkang keputusannya soal agama. Karena itulah ia dijuluki Bloody Mary oleh rakyatnya.

Mary adalah satu-satunya keturunan Henry VIII dari istri pertamanya, Catherine of Aragon. Ia menggantikan adik tirinya yang sakit-sakitan, Edward VI. Sang adik yang tak menyukai Mary gara-gara perbedaan agama. Saat meninggal, hantu Bloody Mary ini kerap tampak dan menjadikannya sebagai hantu wanita yang masih sering memperlihatkan dirinya sendiri ke orang lain.

  1. Kuchisake-onna

Kuchisake-onna

Hantu wanita yang satu ini akan marah kalau orang tidak menyebut dia cantik. Menurut legenda, Kuchisake-onna adalah seorang wanita yang dimutilasi oleh suaminya sendiri, lalu arwahnya gentayangan.

Kabar ini bermula di Prefektur Nagasaki pada 1979 dan segera menyebar ke kota-kota lain. Sejumlah sekolah kabarnya bahkan memerintahkan para siswa pulang dalam rombongan yang dikawal akibat legenda hantu perempuan ini.

Dalam beberapa kisah, disebutkan bahwa ia adalah pasien rumah sakit jiwa, tapi ada cerita lain yang menyebutkan tentang seorang wanita yang ketahuan berselingkuh sehingga ia disayat dengan pedang oleh suaminya sendiri.

Baca Juga : Mitos Wewe Gombel yang Muncul Menjelang Maghrib

Legenda di masa lalu memiliki versi sedikit berbeda. Wanita itu disebut mengenakan tutupan kain pada mulut atau selendang. Ia bertanya “Apakah saya cantik?” Jika dijawab tidak cantik, ia membuka penutup mulutnya dan bertanya dengan suara menyeramkan.

Jika dijawab tidak atau korban berteriak, ia akan menyayatnya supaya korban bernasib sama dengannya. Namun jika menjawab cantik, ia akan pergi tapi tetap menguntit korban dan membunuhnya dengan brutal pada malam hari.

  1. Lady Grey

Hantu Lady Grey

Pada Oktober 2014, pasangan Dean dan Amy Harper sedang melihat foto-foto liburan mereka ke Kastil Dudley atau Dudley Castle pekan sebelumnya. Apa yang mereka lihat bikin kaget bukan kepalang: sosok diduga hantu.

Suami-istri dari Birmingham, Inggris itu ternyata memotret kelebat bayangan mengerikan dengan ponsel mereka. Itu mungkin adalah salah satu hantu paling terkenal sekaligus legendaris di Britania Raya: ‘Grey Lady’ yang konon menghantui Kastil Dudley selama berabad-abad.

Penampakan itu tertangkap kamera saat pasangan tersebut mengambil gambar halaman yang jadi atraksi turis. Saat itu mereka tak menjumpai keanehan apapun. Apalagi melihat sosok kabur berwarna abu-abu muncul di gerbang di bawah jendela bawah — seperti yang ada dalam foto.

Berdasarkan legenda, hantu tersebut adalah Dorothy Beaumont, yang meninggal dunia bersama bayi perempuannya — sesaat setelah melahirkan. Keinginan terakhirnya untuk dimakamkan bersama sang putri dan agar suaminya hadir dalam upacara pemakaman, tak dipenuhi. Konon, karena itu lah arwahnya gentayangan.

  1. La Planchada

Hantu La Planchada

La Planchada adalah cerita hantu terkenal di Meksiko. Menurut cerita yang beredar pada tahun 1930-an, ada seorang perawat bernama Eulalia yang bekerja di Rumah Sakit Juarez di Mexico City. Sosok Eulalia dikenal dengan wanita yang rapi dalam berpakaian.

Oleh sebab itu, ia dijuluki sebagai La Planchada yang berarti wanita yang rapi. Eulalia diketahui menyukai seorang dokter tampan yang baru saja bergabung dengan staf rumah sakit tersebut. Tak lama kenal, keduanya melangsungkan pertunangan.

Karena jadwal kerja yang begitu padat, dokter tersebut kerap meninggalkan Eulalia untuk menghadiri seminar dan pertemuan. Hingga akhirnya, tunangannya tak kunjung kembali.

Setelah mencari tahu keberadaan sang dokter, Eulalia mendapati tunangannya telah menikah dengan wanita lain. Kesedihan Eulalia berdampak depresi dan mengakibatkan salah satu pasien meninggal karena kelalaian dirinya.

Tak lama setelah depresi berat, Eulalia malah meninggal dunia. Banyak saksi mata yang melintasi lorong rumah sakit mengaku melihat sosok hantu. Mereka yakin bahwa hantu itu adalah Eulalia karena terlihat dari bajunya yang rapi.

Hantu Janda di Negeri Gajah Putih

Hantu Janda di Negeri Gajah Putih – Jika kuntilanak adalah salah satu hantu perempuan yang paling populer di Indonesia, maka beda halnya dengan Thailand. Kisah horor yang selalu bikin penduduk Negeri Gajah Putih itu heboh adalah Pee Mae Mai alias ‘hantu janda’.

Menurut masyarakat setempat, Pee Mae Mai adalah kisah nyata yang terjadi antara tahun 1851 hingga 1868. Meski sudah terjadi berpuluh-puluh tahun yang lalu, kisah menyeramkan hantu wanita ini masih melekat di benak warga.

Salah satu contoh kasus yang sempat menghebohkan warga Thailand adalah fenomena meninggalnya dua orang pria di Desa Ban Sala.

Hantu Janda di Negeri Gajah Putih

Dikutip dari laman Bangkokpost.com, Senin (11/6/2018), Lamom Sermphimai (62), warga desa, mengatakan bahwa hantu janda tersebut kembali datang untuk mengusik mereka.

Alhasil, menurut perempuan itu, tiap rumah di desa itu menggantungkan baju merah di halaman depan untuk mengusir hantu menyeramkan tersebut.

Baca juga : Mitos Wewe Gombel yang Muncul Menjelang Maghrib

“Beberapa warga desa bahkan menuliskan kalimat di baju merah tersebut, misalnya, ‘di sini tidak ditinggali pria, yang ada hanya kucing dan anjing’,” kata Lamom Sermphimai.

Aktivitas menggantung baju merah di halaman rumah bukan tanpa alasan. Pasalnya, ada dua orang warga yang dilaporkan meninggal misterius dalam tidurnya selama seminggu terakhir.

Penduduk yakin, hantu janda mengincar empat nyawa dalam satu desa. Baru ada dua yang meninggal, warga pun yakin nyawa mereka terancam.

Sementara itu, pada tahun 2013 kasus serupa juga pernah terjadi. Kala itu, sepuluh pria di desa lain meninggal dunia dalam kondisi yang tak biasa. Ada yang tengah tidur, tiba-tiba jatuh, dan kehilangan nyawa saat berjalan.

Pee Mae Mai alias

Dokter di wilayah tersebut kemudian diturunkan. Menurut tinjauan kesehatan,  para korban diduga meninggal karena masalah penapasan.

Tak puas dengan keterangan dokter, warga desa di desa tersebut lantas memanggil perantara arwah. Kepada penduduk desa, dukun tersebut berkata, ada ‘hantu janda’ atau Pee Mae Mai yang bergentayangan di desa mereka.

Baca juga : Pintu Menuju Alam Nyai Roro Kidul

Atas saran dukun, warga desa diminta untuk menggantungkan baju merah di luar rumah untuk mengusir roh jahat. Ketakutan warga semakin bertambah ketika dukun menyebut, keluarga yang punya anak laki-laki lebih rentan didatangi hantu.

Pada saat itu, rumor tentang kehadiran ‘hantu janda’ menyebar hingga ke wilayah lain, seperti Chom Phra dan Tha Tum, Thailand.

Mitos Wewe Gombel yang Muncul Menjelang Maghrib

Mitos Wewe Gombel yang Muncul Menjelang Maghrib – “Magrib, magrib, masuk rumah, nanti di culik Wewe Gombel lho!” Pernahkah Anda mendengar ucapan itu dari mulut ibu saat matahari mulai masuk dan langit mulai gelap? Kalau pernah, selamat, Anda menjadi korban mitos hantu magrib. Lalu yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, siapakah sebenarnya Wewe Gombel itu?

Mitos Wewe Gombel

Kita mulai pencarian sejarah lahirnya mitologi itu dengan mengunjungi sebuah bukit di Semarang bernama Gombel. Kawasan ini sangat terkenal. Jika kita menuju Semarang atas dari kota bawah, dipastikan kita melewati Jalan Setiabudi atau Gombel Baru dari arah Pasar Jatingaleh dan dari Jalan Setiabudi, menuju Jatingaleh melintasi Jalan Gombel Lama.

Jalan itu sesungguhnya adalah lereng bukit bernama Gombel. Di puncak bukit itu, berdiri sebuah bangunan besar yang sekarang kosong. Bangunan itu adalah bekas Hotel Sky Garden. Begitu rimbunnya pepohonan, bangunan itu tak bisa dilihat. Untuk menuju ke bangunan itu, kita bisa melewati sebuah gapura berbentuk Candi. Hingga menemukan palang besi sebagai akses masuk.

Baca Juga : Pintu Menuju Alam Nyai Roro Kidul

Saat ini bangunan dua lantai itu terkesan kurang terawat. Selain karena berukuran besar, penghuninya juga hanya penjaga. Adalah Kiswanto (51), salah satu penghuni bekas hotel yang tinggal di salah satu ruangan bekas hotel itu.

Hotel Sky Garden dibangun pada 1970-an dan sempat jaya pada era 1980-an kemudian ditutup pada akhir 1982 karena terjadi sengketa antara pemilik dengan bank.

“Luas lahan sekitar 12 hektare. Hotel ini memiliki 24 kamar, bar, meeting room, kolam renang, tempat parkir dan 20-an kamar yang berdiri terpisah di dekat kolam renang,” kata Kiswanto.

Hotel Sky Garden

Setelah ditutup, bekas hotel itu dijaga dan menjadi tempat tinggal keluarga Rohadi, salah satu satpam hotel sejak belum dibangun. Rohadi meninggal di tempat itu pada 2013. Istri dan anaknya, hingga kini masih tetap tinggal di salah satu kamar di lantai dua.

Secara kasat mata, bangunan itu sudah rusak dan menimbulkan kesan angker. Mereka yang tinggal di tempat itu, rata-rata memiliki ikatan sejarah, yakni sebagai bekas karyawan. Mereka patungan untuk membayar listrik dan lain-lain.

Baca Juga : Kisah mengejutkan penjaga Watu Ulo

Tempat ini merupakan hotel yang mengusung konsep sebagai hotel taman. Hingga kini masih terasa sisa-sisa suasananya. Misalnya dari teras kamar, pemandangan langsung tertuju ke Kota Semarang bawah.

Tanaman penisium yang dulu hanya diletakkan dalam sebuah pot pun kini sudah menjadi besar. Pohon munggur di depan pintu gerbang pun ukurannya juga cukup besar.

“Dulu kalau ada pejabat yang datang menginap, datangnya naik helikopter. Di bagian rooftop ada helipad-nya. Tapi sekarang ya kondisinya seperti ini. Kami bersama penghuni lain hanya menjaga dan membersihkan mana yang terlihat kotor melalui kerja bakti,” kata Sigit, penghuni lainnya.