Kisah Mistis Pasar Setan Gunung Lawu

Kisah Mistis Pasar Setan Gunung Lawu

Gunung Lawu yang terletak di antara provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur tentu sudah tidak asing lagi bagi kalangan pendaki. Saat ini, status gunung api tersebut sedang beristirahat. Keindahan alam Gunung Lawu menjadikannya salah satu tujuan pendakian.

Gunung Lawu setinggi 3.265 mdpl ini sering dikaitkan dengan sejumlah kisah misteri. Selain menjadi tujuan pendakian, gunung ini kerap didatangi masyarakat untuk melakukan kegiatan supranatural. Ada berbagai kisah menarik tentang gunung yang dijuluki sebagai pakunya Pulau Jawa ini.

Ada beberapa jalur pendakian yang bisa dilalui untuk sampai ke puncak Lawu, yakni Cemoro Kandang, Cemoro Seru, dan Candi Cetho. Jalur pendakian melalui Candi Cetho menyimpan suatu misteri yang cukup populer, yakni pasar setan.

posisi pasar setan berada di sekitar pos lima jalur Cemoro Kandang. Saat pendaki melintas, setan akan bertanya, “beli apa dik?”

Konon, jika mendengar pertanyaan tersebut pendaki Gunung Lawu harus menjawab seolah hendak membeli barang yang ada di sekitar.Seperti tanah, daun, air, atau batu. Setelah itu, lemparkan uang ke arah datangnya suara tersebut.

baca juga artikel berikut ini : 5 Mitos yang Ditakuti Pendaki Gunung Merbabu

Warga yang pernah mengalami kejadian mistis saat melintasi pasar setan di Gunung Lawu berbagi pengalaman melalui kolom komentar. Mereka mengaku sangat ketakutan mendengar suara aneh tersebut.

“Aku juga pernah ngalamin. Dipanggil dari arah belakang, terdengar suara, hai jomblo mampir sini. Seketika saya langsung nangis di tempat,” terang ahmad ardyanto.

“Waktu turun lewat Cemoro Kandang, memang ada peristiwa aneh. Seperti ada yang mengikuti langkah kaki. Suka tiba-tiba terdengar sekumpulan orang banyak, seperti pasar. Tetapi dicari tidak ada orang. Memang angker,” sambung Daniel gunawan.

“Kalau aku dulu pas di Lawu cuma dengar suara ribut. Pas lewat pos lima itu. Ribut banget mirip suasana pasar gitu,” imbuh alishah diarygram.

pasar setan berada di jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho. Jalur ini memang cukup terjal dan sulit dilalui karena sering ditutupi kabut. Ada banyak cekungan yang sering membuat pendaki bingung hingga tersesat.

 

baca juga artikel berikut ini : Cerita Mistis Penampakan Hantu Di Universitas Padjadjaran

Pasar setan sebenarnya merupakan sabana di jalur pendakian Candi Cetho di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Di tempat itulah sejumlah pendaki mengaku pernah mendengar suara riuh layaknya di pasar.

Bahkan, ada yang menawarkan barang-barang. Konon, jika mendengar suara itu, pendaki harus membuang apa saja layaknya sedang bertransaksi jual beli di pasar.

Begitulah Kisah Mistis Pasar Setan Gunung Lawu. Semoga pembahasan kita kali ini dapat bermanfaat untuk kalian semua, terima kasih.

3 Gunung Paling Angker di Indonesia

3 Gunung Paling Angker di Indonesia

Ada banyak alternatif untuk rekreasi, tapi tidak ada yang seenak mendaki sebuah gunung. Bukan hanya tentang asupan oksigen segar, tapi juga pemandangan hijau bikin kepenatan sirna itu.

Mendaki gunung adalah aktivitas yang menyenangkan, namun ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Tidak hanya fisik dan barang bawaan saja, tapi juga keberanian.

Gunung adalah tempat liar, maka ini jelas bukan buat orang penakut. Belum lagi lagi tentang hal-hal mistis di sana. Ya, beberapa gunung bahkan lekat dengan cerita mistis yang melegenda.

Hal-hal ini harus kita ketahui agar nantinya tidak menjadi korban seperti orang-orang yang pernah mengalaminya. Hampir semua gunung di Indonesia memiliki kisah mistisnya sendiri. Tapi, deretan gunung inilah yang paling seram di antara semuanya.

Berikut ini adalah 3 Gunung Paling Angker di Indonesia, mari kita simak:

1. Segara Anak Gunung Rinjani

Kamu akan melihat surga kalau bisa menjejakkan kaki di puncak Rinjani. Menurut orang-orang yang pernah melakukannya, pemandangannya memang benar-benar aduhai.

Sangat sesuai dengan usaha keras untuk menuju tempat ini. Namun, seperti deretan gunung di daftar ini, Rinjani juga menyimpan banyak cerita mistis. Salah satunya adalah tentang Segara Anak.

Segara Anak ini adalah danau yang ada di Gunung Rinjani. Konon dikatakan jika danau ini dihuni oleh bangsa jin yang dipimpin oleh seorang ratu bernama Enjeni.

baca juga artikel berikut ini : 3 Jalan Paling Angker di Indonesia

Kita dilarang untuk melakukan hal-hal yang negatif selama di sini. Berbicara kotor, bikin gaduh dan lain sebagainya. Bisa-bisa penunggunya marah dan mungkin akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Gunung Lawu

Gunung yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini adalah favorit pendaki Indonesia, namun juga jadi yang paling ditakuti. Pemandangannya eksotis membuatnya dikagumi, tapi ceritanya mistisnya bikin orang pikir-pikir lagi kalau mau ke sini. Gunung Lawu dikenal memiliki banyak cerita seram di berbagai pelosoknya.

Misalnya Bulak Peperangan yang letaknya sebelum puncak. Di sini konon sering didengar suara-suara gaduh seperti orang perang. Berkemah di sini akan jadi pengalaman mistis luar biasa.

Di sini ada pula legenda Pasar Dieng, semacam pasar gaib yang bahkan bisa dikunjungi manusia. Sayangnya, jangan sampai tersesat jika berada di sini. Lengah sedikit, mungkin akan tinggal nama.

 

baca juga artikel berikut ini : 3 Tempat Paling Angker Di Solo

3. Gunung Arjuno

Dinamakan Arjuno mungkin lantaran gunung satu ini ganteng sekali seperti tokoh pewayangan satu itu. Namun, di balik keeksotisan dan kegagahan Gunung Arjuno tersimpan kisah mistis luar biasa menyeramkan yang jadi buah bibir di kalangan pendaki.

Di salah satu spot di dalam gunung yang ada di Malang ini, ada yang bernama Alas Lali Jiwo. Ketika melintasi wilayah ini, pendaki diharuskan untuk selalu fokus dan jangan sampai terpencar. Fatal risikonya kalau sampai kejadian, karena mereka yang terpencar mungkin akan hilang untuk selamanya.

Tak hanya itu, ketika melewati area satu ini, jangan sekalipun mengeluh atau malah memaki-maki. Sudah banyak yang seperti itu dan mereka biasanya mengalami pengalaman yang menyeramkan selama di gunung.

Nah, itulah 3 Gunung Paling Angker di Indonesia. Semoga pembahasan kita kali ini dapat bermanfaat untuk kalian semua, terima kasih.