Mitos Pulung Gantung di Gunung Kidul

Kamu pasti sudah sangat paham kalau tinggal di Indonesia, itu artinya kamu harus siap dengan segala mitos serta banyak misteri yang konon tak bisa dipecahkan dengan sains.

Padahal, kalau kita bertanya kepada orang-orang luar, jarang sekali mereka percaya dengan yang namanya hantu, makhluk gaib, serta berbagai macam hal yang tidak bisa terbukti secara real berdasarkan ilmu pengetahuan.

Namun, itulah uniknya Indonesia. Dari banyak mitos yang bertebaran, kita akan membahas Pulung Gantung, makhluk yang katanya bisa membuat seseorang bunuh diri dan meregang nyawa.

Apa itu Pulung Gantung?

Nah, Pulung Gantung ini dipercaya merupakan makhluk gaib yang ada di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Pulung Gantung ini dilukiskan sebagai bola api yang berpijar, memiliki buntut, dan berwarna kekuningan.

baca juga artikel berikut ini : 3 Fakta Misterius Hutan Kalimantan

Konon kalau si bola api ini terlihat melayang di atas rumah seseorang, maka tak butuh waktu yang lama, penghuni rumah tersebut pasti ada yang meninggal dengan cara gantung diri.

Lalu, dari mana bola api ini berasal?

Nah, selama berpuluh tahun warga diresahkan dengan Pulung Gantung. Selama itu pula warga percaya akan ada hal yang tak baik terjadi kalau mereka melihat bola api misterius ini.

Lalu, sebenarnya dari mana sih asal bola api ini? Salah seorang peneliti dari Universitas Gadjah Mada pernah mengungkapkan fakta ilmiah, bahwa sebenarnya adalah suatu fenomena alam yang biasa terjadi.

Pijaran tersebut berasal dari perpaduan zat fosfor dan zat kapur yang memang banyak ditemui di sana. Seperti kita ketahui, kabupaten tersebut memang terletak di atas pegunungan kapur.

baca juga artikel berikut ini : Cerita Misteri Panglima Burung Suku Dayak

Kaitannya dengan fenomena bunuh diri

Selama kurun waktu tahun 2003-2012 lalu, ada puluhan kasus bunuh diri –dengan cara gantung diri—yang terjadi di Gunung Kidul. Ternyata, menurut para akademisi tak ada kaitannya dengan pijaran bola api.

Mereka berpendapat bahwa kematian yang terjadi itu tak lain dan tak bukan karena kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Karena, daerah yang kerap terjadi kasus bunuh diri ini belum sepenuhnya maju dan belum 100% tersentuh teknologi. Sehingga, saat mereka merasa susah dan depresi, bunuh diri dinilai sebagai jalan terbaik.