Cerita Horor Taman Toyama Di Jepang

Tokyo, salah satu kota tersibuk di dunia, juga merupakan salah satu kota paling aman di dunia.

Angka kejahatan di negara ini berada pada rekor terendah, dan dengan orang-orang memenuhi jalanan sepanjang hari, itu adalah salah satu kota yang paling tidak mungkin di dunia untuk kamu merasa ketakutan, setidaknya dalam hal keamanan.

Tetapi, tidak jauh dari pusat kota Shinjuku yang ramai, terdapat salah satu pusat hantu paling menakutkan dan paling membuat merinding. Hanya berjarak 20 menit berjalan kaki dari Stasiun Shinjuku, Taman Toyama memiliki dua wajah.

Di siang hari, taman ini terlihat sangat indah dengan pepohonan yang rindang, ada banyak orang terutama keluarga yang berkunjung. Tetapi pada malam hari, ceritanya akan berbeda lagi.

Selama bertahun-tahun, penduduk setempat dan pengunjung yang berani berkunjung saat malam telah melaporkan sejumlah pengalaman menakutkan, seperti mendengar suara tangisan dari atas bukit kecil taman, Hakone Yama.

baca juga artikel berikut ini : 5 Hotel Terseram di Asia

Jadi, apa yang sebenarnya terjadi di taman ini? Ternyata, beberapa dekade yang lalu, situs ini adalah salah satu tempat pembunuhan massal dan eksperimen manusia.

Sejarah

Sejarah berhantu taman ini dimulai sejak akhir Perang Dunia II. Selama waktu itu, daerah ini adalah tempat sejumlah fasilitas medis. Ada beberapa rumor yang tersebar, seperti beberapa fasilitas ini tidak hanya dibangun untuk membantu yang terluka.

Salah satu fasilitas di daerah ini diduga telah menjadi tempat pembuangan korban Unit 731 yang terkenal kejam. Terletak di Harbin, Cina, Unit 731 pada awalnya dirancang untuk menjadi situs pengembangan senjata biologi dan kimia.

Pada saat itu, pengembangan ini dicoba dan diuji pada sebagian besar orang Cina tawanan perang, banyak dari mereka yang tubuh dan tulang-tulangnya telah hancur dikuburkan di tempat ini. Dikatakan bahwa beberapa korban Unit 731 lainnya ada juga orang Rusia, Eropa, dan Mongolia.

 

baca juga artikel berikut ini : Buaya Putih Penjaga Pintu Air Jagir Surabaya

Menurut makalah lama yang ditemukan dari waktu itu, para ilmuwan Unit 731 akan menginfeksi tahanan secara sengaja, kemudian melakukan pembedahan pada tahanan yang terinfeksi untuk melihat secara langsung efek tubuh dari ramuan yang mereka kembangkan.

Dan dilaporkan bahwa banyak korban yang organnya diambil dan anggota badannya diamputasi tanpa anestesi (obat bius).

Mayat-mayat itu kemudian dikirimkan ke situs Tokyo untuk dianalisa. Setelah dianalisa, banyak mayat tahanan dibuang dan dikuburan massal di tanah tempat taman Toyama berdiri.

Dikatakan tindakan yang dilakukan di situs ini sangat mengerikan, mereka menyaingi karya eksperimental Nazi. Dalam bukunya tentang masalah berjudul The Devil’s Gluttony, novelis Jepang Seiichi Morimura menyatakan, ‘tindakan Unit 731 setara dengan Auschwitz’ .

Apa yang terlihat di taman Toyama

Bahkan hingga hari ini, masih ada pertanyaan dan rumor tentang apa yang sebenarnya terjadi di daerah ini selama Perang Dunia II. Kebanyakan dari mereka yang terlibat dalam kejahatan, atau mereka yang menyaksikannya tetap bungkam.

baca juga artikel berikut ini : Kisah Horor LaLaurie Mansion, Louisiana

Namun, pada tahun 2006, pada usia 88 tahun, seorang perawat bernama Toyo Iishi muncul untuk memberi sedikit informasi tentang sejarah situs tersebut. Ketika bekerja sebagai perawat di daerah itu, ia membantu penguburan beberapa mayat korban percobaan.

Sekitar 20 tahun yang lalu, ratusan tulang digali dari tanah taman Toyama. Bahkan sampai hari ini, seperti puzzle yang mengerikan, potongan-potongan tulang korban perlahan-lahan digali.

Karena sejarah kelam dan cerita-cerita hantu yang beredar, taman ini telah menarik banyak wisatawan untuk berburu hantu. Khususnya di bukit timur taman Toyama, yang konon merupakan rumah bagi seorang lelaki yang menangis terisak tanpa tubuh.

Penduduk yang tinggal di dekat taman mengatakan bahwa mereka melihat ‘hitodama’, bola cahaya api yang muncul ketika jiwa seseorang telah dipisahkan dari tubuhnya.