3 Tempat Paling Angker di Bojonegoro

Sebagai orang Indonesia, kita tentu sudah pernah mendengar tentang sebuah kabupaten bernama Bojonegoro. Letaknya berbatasan dengan wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Bojonegoro bagian barat merupakan salah satu penghasil minyak bumi terbesar yang dikenal dengan Blok Cepu.

Bojonegoro berada dalam lingkup wilayah Provinsi Jawa Timur yang berbatasan dengan Kabupaten Tuban di bagian utara, Kabupaten Lamongan di bagian timur, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi di bagian selatan serta Kabupaten Blora di bagian barat.

Keberadaan sebuah tempat pasti menyimpan berbagai cerita di dalamnya. Baik itu cerita sejarah, kebudayaan, sampai cerita misteri. Berbicara soal misteri, di kota mana pun biasanya punya tempat-tempat angker.

Nggak terkecuali dengan Bojonegoro, ada beberapa tempat angker yang bisa dijadikan objek wisata mistis atau cukup untuk sekadar mengetahuinya.

Berikut ini adalah 3 Tempat Paling Angker di Bojonegoro, mari kita simak:

  1. Gunung Pandan

Gunung Pandan terletak di selatan Kabupaten Bojonegoro, utara Kabupaten Madiun dan Kabupaten Nganjuk. Dengan tinggi 897 m di atas permukaan laut, gunung tersebut berstatus nggak aktif. Gunung Pandan sebagian besar kawasannya masih berupa hutan yang lebat.

Selain menyimpan keindahan, gunung pandan juga menyimpan misteri. Para pendaki gunung mempunyai tujuan sendiri ketika mendaki. Ada yang hanya ingin mendaki dan menikmati keindahan alam, ada pula yang ingin melakukan perjalanan spiritual.

Gunung Pandan merupakan salah satu tempat yang bisa menjadi tujuan karena di kawasan hutannya dianggap sebagai tempat keramat. Cerita dari masyarakat sekitar Gunung Pandan selalu mengarah pada satu nama yaitu Eyang Derpo.

Beliau adalah seseorang yang sakti dan merupakan ahli pengobatan di zaman lampau. Nggak mengherankan kalau banyak yang berdatangan ke gunung itu ketika sedang sakit dan nggak bisa diobati secara medis. Selain Eyang Derpo, ada juga sosok hewan buas macan tutul yang hidup di hutan Gunung Pandan.

Walaupun secara keilmuan disebut sebagai habitatnya tapi ada juga yang menyebut kalau kemunculan macan tutul merupakan salah satu pertanda gaib. Macan tersebut menjadi pertanda kalau doa kita terkabul setelah berdoa dan berziarah di goa kecil tempat petilasan Eyang Derpo.

 

baca juga artikel berikut ini : Misteri Air Terjun Roro Kuning

  1. Jembatan Kaliketek

Jembatan Kaliketek terdapat di Jl. Tentara Genie Pelajar, Banjarejo, Banjarsari, Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Jembatan ini berada tepat di atas Sungai Bengawan Solo. Diberi nama Kaliketek karena konon dulunya terdapat banyak ketek atau kera di sana.

Jembatan tersebut merupakan peninggalan Belanda di tahun 1914 sebagai penghubung Bojonegoro dan Tuban. Cerita mistis di Jembatan Kaliketek sudah dimulai sejak pembangunannya.

Beredar cerita bahwa pada saat pembangunan, Belanda sampai harus memberikan tumbal berupa nyawa manusia sebagai syarat. Kaliketek juga menjadi saksi pembantaian saat masyarakat Bojonegoro melawan Belanda serta pada saat pembantaian PKI.

Banyak kejadian menyeramkan yang akhirnya membuat aura Jembatan Kaliketek sangat erat dikaitkan dengan kejadian mistis. Di antaranya kejadian bus menabrak sebuah warung, penemuan jasad pelajar yang menjadi korban tenggelamnya kapal di sungai bengawan Solo serta kejadian-kejadian lain yang semakin meyakinkan bahwa jembatan itu membutuhkan tumbal.

 

baca juga artikel berikut ini : 3 Tempat Paling Menyeramkan Di Nganjuk

  1. Alas Balongpanggang

Alas Balongpanggang bisa ditemui saat kita dalam perjalanan dari Dander menuju Bubulan di Kabupaten Bojonegoro. Sebuah hutan jati yang berada di sisi kiri dan kanan jalan itulah yang disebut sebagai Alas Balongpangggang.

Selain hutan yang membuat suasana menyeramkan, ada juga tikungan dengan kondisi jalan naik-turun dengan sudut mencapai 60 derajat. Banyak kecelakaan yang terjadi di Alas Balongpanggang. Beberapa meyakini itu dikarenakan kondisi jalan yang naik-turun dengan tikungan tajam.

Beberapa lagi meyakini bahwa itu merupakan pengaruh gaib yang meminta tumbal di daerah tersebut. Semua itu tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.

Ada sebuah cerita yang menyatakan bahwa mereka yang kecelakaan melihat jalan lurus tanpa belokan, ada yang bilang melihat ular raksasa sehingga mereka harus menghindar sampai terjadi kecelakaan atau ada yang melihat seorang perempuan hendak menyeberang membawa anak kecil.

Maka dari itu banyak yang ketika melintasi harus bersikap lebih hati-hati dan nggak ngomong sembarangan. Bahkan ada yang menyarankan untuk membunyikan klakson, memberi uang koin atau mengucapkan salam agar selamat. Ritual seperti ini memang sering disarankan kalau kita akan melewati tempat angker di mana pun.

Di Alas Balongpanggang ada banyak goa yang kerap dijadikan tempat bertapa. Salah satunya adalah Goa Rancang yang menjadi tempat tujuan bagi yang ingin bertapa, apalagi ketika memasuki bulan Suro. Mereka diwajibkan membawa sesajen berupa satu cangkir kopi, satu sisir pisang raja dan Jadah.